Cengkeh Afo Generasi Kedua Kini Hampir Mati

TERNATE, KOMPAS – Satu pohon cengkeh afo generasi kedua, yang merupakan turunan dari pohon cengkeh afo pertama dan tertua di dunia, kini hampir punah. Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara, saat ini sedang mengembangkan cengkeh afo generasi ketiga.

Berdasarkan pantauan Kompas di Kelurahan Marikurubu, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Minggu (4/4), di lokasi pohon cengkeh generasi kedua itu tumbuh, batang-batang pohon tampak sudah mengering. Hanya sebagian kecil batang pohon yang masih berdaun.

Kepala Seksi Perkebunan Dinas Pertanian Kota Ternate Mochtar Nahumaruri menduga, faktor usia menjadi salah satu penyebab pohon cengkeh itu hampir mati. Pohon yang bisa menghasilkan 200 kilogram cengkeh saat panen itu diperkirakan berusia sekitar 200 tahun.

Pohon cengkeh afo generasi pertama berusia 348 tahun dengan tinggi 36,5 meter dan lingkar batang pohon 4,26 meter. Saat panen, pohon ini bisa menghasilkan 400 kilogram cengkeh. Pohon cengkeh afo ini mati dan roboh pada 1989 karena faktor usia.

Generasi ketiga
Menyikapi hampir matinya cengkeh afo generasi kedua, Dinas Pertanian Kota Ternate berupaya mengembangkan cengkeh afo generasi ketiga. Biji cengkeh dari cengkeh afo generasi kedua telah ditanam sebagai bibit cengkeh afo generasi ketiga. Ada sedikitnya delapan biji cengkeh afo generasi ketiga yang ditanam.

”Kami targetkan November nanti varietas cengkeh afo generasi ketiga ini sudah bisa dilepas setelah diuji oleh Kementerian Pertanian,” ujar Mochtar.

Menurut Mochtar, saat ini banyak tanaman cengkeh di Ternate dari varietas lain, yaitu zanzibar, sikotok, dan siputih.

”Cengkeh afo sendiri kehilangkan kepopulerannya karena banyaknya varietas jenis lain masuk. Hanya sebagian kecil petani yang mengenal dan menanam cengkeh afo karena tahu kualitasnya,” kata Mochtar.

Padahal, menurut Hamadal (58), petani cengkeh yang menanam cengkeh afo di Ternate, hasil produksi cengkeh afo bisa dua kali lipat lebih banyak daripada varietas lain. Pohon ini pun dinilainya lebih tahan hama daripada cengkeh varietas lain.

Keberadaan cengkeh afo di Ternate juga sarat dengan sejarah. Cengkeh yang dihasilkan menjadi daya tarik bagi bangsa Eropa, seperti Portugis, Spanyol, dan Belanda, untuk datang ke Ternate pada abad ke-15. Sebelum bangsa Eropa, banyak pedagang Arab dan China datang ke Ternate mencari cengkeh. (APA)

Sumber: Kompas

Tentang elfathir

Saya hanya mencoba berbagi manfaat atas apa yang saya ketahui. Tetaplah Tersenyum, Karena Senyuman Membuat Semua Terasa Indah. *Elfathir Fatikhin*
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Cengkeh Afo Generasi Kedua Kini Hampir Mati

  1. saya butuh kecambah 250.000 turunan afo. kotak saya 082344353536, shadik kolaka utara propinsi sulawesi tenggara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s