Panen Raya, Harga Turun

Indramayu, Kompas – Dua pekan ini panen raya padi berlangsung di Kabupaten Indramayu, salah satu daerah lumbung beras di Jawa Barat. Seperti tahun-tahun sebelumnya, panen raya dibarengi dengan turunnya harga jual gabah di tingkat petani antara 10 dan 15 persen dari harga sebelumnya.
Sampai dengan awal April, luas tanaman padi yang telah dipanen sekitar 25 persen dari total luas tanam 123.100 hektar di kabupaten itu. Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Peternakan Indramayu Takmid, Minggu (4/4), mengatakan, sejak akhir Maret, sejumlah desa dan kecamatan mulai panen raya. Cariya (50), petani di Desa Bangkaloa, Kecamatan Widasari, menyebutkan, sebanyak 10-15 persen sawah di desanya telah panen. Diperkirakan, semua sawah di Bangkaloa akan selesai panen akhir April. Produktivitas panen pada musim ini 6-7 ton gabah kering panen (GKP) per hektar. Awal panen raya juga berlangsung di Kecamatan Terisi dan Cikedung. Namun, di beberapa desa di dua kecamatan itu, tanaman padi diserang hama wereng coklat, seperti di Desa Jati Munggul, Jatimulya, Plosokerep, Rajasinga, dan Cikedung. Produktivitas sawah yang diserang hama turun sampai 20 persen. Menurut Yamin (35), petani di Rajasinga, Kecamatan Terisi, sawah seluas 500 bata (sekitar 0,7 hektar) menghasilkan 4 ton, tetapi sekarang hanya 3 ton. ”Tahun lalu sawah di desa ini banyak yang diserang hama kresek, tahun ini hama wereng,” kata Yamin. Mengenai serangan hama wereng, Takmid mengakui sulit dihindari. Hama itu pun sulit dibasmi karena kondisi cuaca yang tidak menentu, seperti hujan yang langsung berganti panas, membuat hama tumbuh subur. Harga turun Seiring mulainya panen raya, harga gabah di tingkat petani juga mulai turun. Sebelumnya, pada awal Maret, harga GKP Rp 3.200 per kilogram (kg), kini berangsur turun menjadi Rp 2.700-Rp 3.000 per kg. Bahkan, di beberapa desa ada yang Rp 2.500 per kg. Harga gabah itu tidak seragam, bergantung pada penawaran dari tengkulak dan luas panen. Seperti di Kecamatan Terisi, harga berkisar Rp 2.700 per kg, sedangkan di Kandanghaur masih Rp 2.900-Rp 3.000 per kg. (tht)

Sumber: Kompas

Tentang elfathir

Saya hanya mencoba berbagi manfaat atas apa yang saya ketahui. Tetaplah Tersenyum, Karena Senyuman Membuat Semua Terasa Indah. *Elfathir Fatikhin*
Pos ini dipublikasikan di Kabar Tani. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s