TKI, Tragedi Tiada Berhenti

Maksud hati ingin merubah nasib agar memiliki penghidupan yang lebih baik, tapi malang tak dapat ditolak, bukan emas yang didapati tapi hukuman pancung.

Malang benar nasib Ruyati, TKW asal Kampung Ceger, Kec. Sukatani, Bekasi, Jawa Barat ini harus menghadapi hukuman pancung di Mekkah, Arab Saudi, Sabtu (18/6).

Ruyati dihukum mati lantaran membunuh istri majikannya, Khairiyah Omar Moh Omar Hilwani dengan pisau dapur pada 12 Januari 2010 lalu.

Kasus ini menjadi lebih menusuk rasa kemanusiaan kita karena eksekusi yang dilakukan oleh penegak hukum Kerajaan Arab Saudi tanpa sepengetahuan pemerintah Indonesia.

Kasus yang menimpa Ruyati hanyalah sebuah puncak gunung es yang selama ini kerap terulang menimpa para tenaga kerja kita di negeri orang.

Kebanyakan para pahlawan devisa ini berangkat ke negara tujuan dengan keterpaksaan akibat dari beratnya beban hidup.

Kurangnya lapangan kerja di dalam negeri dan minimmya perhatian pemerintah mengakibatkan para TKI ini banyak yang menantang maut mengais rejeki di negeri orang.

Tragedi Ruyati semakin mempertegas fakta bahwa perlindungan buruh migran hanya retorika dan pemanis bibir para penguasa.

Persoalan yang menimpa tenaga kerja Indonesia atau TKI belakangan ini merupakan wajah buram diplomasi dan posisi tawar luar negeri Indonesia.

Tahun 2009 saja ada ribuan TKI yang dianiaya tanpa ada pertanggungjawaban jelas.

Di mata dunia internasional, langkah semacam ini jelas menggambarkan kehancuran kewibawaan Indonesia sebagai sebuah bangsa. Andai pemerintah kita mampu membangun posisi tawar politik luar negeri, Arab Saudi ataupun negara lain yang menjadi tujuan TKI akan bersikap serius memerhatikan keselamatan dan kesejahteraan TKI kita.

Jika sikap pemerintah sama dengan yang dipraktikkan pada saat berhadapan dengan Malaysia, jangan harap TKI dihargai sebagai manusia oleh negara lain. TKI tetap hanya akan diperlakukan sebagai budak belian.

Entah sampai kapan?

Tentang elfathir

Saya hanya mencoba berbagi manfaat atas apa yang saya ketahui. Tetaplah Tersenyum, Karena Senyuman Membuat Semua Terasa Indah. *Elfathir Fatikhin*
Pos ini dipublikasikan di Nasional dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s