Tempe, Makan Khas Indonesia Rasa Amerika


Siapa tak kenal tempe, salah satu makanan khas Indonesia dengan beragam khasiat dan kandungan zat-zat bermanfaat terdapat didalamya.

Indonesia sebagai negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Sebanyak 50% dari konsumsi kedelai Indonesia dilakukan dalam bentuk tempe, 40% tahu, dan 10% dalam bentuk produk lain (seperti tauco, kecap, dan lain-lain). Konsumsi tempe rata-rata per orang per tahun di Indonesia saat ini diduga sekitar 6,45 kg.

Tapi sayang, besarnya angka konsumi tempe di Indonesia tidak diimbangi dengan produksi bahan baku tempe, yaitu Kedelai.

Saat ini tingkat produktivitas kedelai hanya 0,8 juta sampai 1 juta ton per hektar. Padahal, jika melihat kebutuhan nasional, tingkat produksinya harus digenjot sampai 2,4 juta ton per hektar. Kebutuhan kedelai nasional pertahunnya mencapai 1,6 juta ton. Produksi kedelai lokal hanya 800 ribu ton.
Maksum mengimbau pemerintah harus tegas membuat aturan yang mampu meningkatkan produktivitas petani kedelai dalam negeri. Anggaran khusus wajib dialokasikan pemerintah agar universitas di dalam negeri bisa menciptakan varietas kedelai unggul.

Sebelum krisis politik 1997, Indonesia sempat swasembada kedelai karena harga di tingkat petani cukup bagus. Namun sejak IMF masuk, produksi kedelai semakin menurun. Malah pada 1998 lalu, Indonesia menjadi pengimpor besar kedelai.

Ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor saat ini masih tinggi. 70 persen produksi kedelai Indonesia diperoleh dari impor. Sejumlah pengamat meragukan apakah Indonesia bisa lepas dari ketergantungan impor. Pengamat ekonomi pertanian Universitas Gajah Mada, Mochamad Maksum menyebutkan ketergantungan Indonesia dengan kedelai impor masih amat tinggi, sehingga sulit menghentikan impor komoditas ini. “Harga kedelai impor murah,” katanya seperti diberitakan Republika, Ahad (19/2).

Pada 2011 saja nilai impor kedelai Indonesia sebanyak 1,7 juta ton, setara dengan US$ 840 juta atau Rp 7,14 triliun dengan kurs Rp 8.500/US$. Menyedihkan jika kita mengingat bahwa tahu dan tempe merupakan lauk utama kebanyakan masyarakat negeri ini.

Dan dari 70% total Kedelai impor itu 60% berasal dari Amerika. Jadi, bukan tidak mungkin 60% tempe dan produk-produk turunan Kedelai lainnya yang beredar di pasar Indonesia memiliki citarasa dan aroma Amerika.

Tentang elfathir

Saya hanya mencoba berbagi manfaat atas apa yang saya ketahui. Tetaplah Tersenyum, Karena Senyuman Membuat Semua Terasa Indah. *Elfathir Fatikhin*
Pos ini dipublikasikan di Ekonomi dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s