Innalillahi Wa Innailaihi Rojiuun…Selamat Jalan Ustadz Uje!

Ustadz Jeffry Al Buchori (Merdeka.com)

Ustadz Jeffry Al Buchori (Merdeka.com)

Kematian memang bisa menghampiri siapa saja. Baik tua maupun muda. Pabila sudah menjadi kehendak-NYA, siapapun tak mampu menghindar.

Ustad Jeffry Al Buchori atau yang biasa dikenal dengan sebutan Uje, Juma’t dini hari meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal dikawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Ustad yang juag dikenal dengan sebutan Ustad Gaul ini meninggal dalam usia 40 tahun.

Berikut kronologi kecelakaan Uje:

* Sebuah kecelakaan tunggal menimpa Uje pada pukul 01.07 WIB.

* Sepeda motor yang dikendarai Uje berpelat nomor B 3590 SJQ melaju dari arah timur, sampai bundaran Pondok Indah, motor menuju Jalan Gedung Hijau Raya mengarah Pondok Pinang.

* Di depan rumah Nomor 17 Jalan Gedung Hijau Raya, motor yang dikendarai Uje menabrak trotoar.

* Uje kehilangan kendali, kemudian menabrak sebuah pohon palem.

* Sejumlah orang yang melihat kejadian tersebut sempat memberi pertolongan. Korban lalu dibawa ke Rumah Sakit Pondok Indah (RS Pondok Indah).

* Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan dan kemudian menuju ke RS Pondok Indah.

* Akibat kecelakaan tersebut, Uje mengalami luka di kepala dan tangan.

* Di RS Pondok Indah, Uje sudah dinyatakan meninggal dunia.

* Jenazah kemudian dirujuk ke RS Fatmawati untuk visum.

Biografi
Jeffry Al-Buchori
Lahir:  Jakarta, 12 April 1973 (umur 40)
Nama panggilan:  Uje
Pasangan:  Pipik Dian Irawati
Anak:

  • Adiba Khanza Az-Zahra
  • Mohammad Abidzar Al-Ghifari
  • Ayla Azuhro

Orang tua:
H. Ismail Modal
Dra. Hj. Tatu Mulyana

Jeffry Al Buchori memiliki nama populer Uje (lahir Jakarta, 12 April 1973) adalah seorang pendakwah atau ustad yang tampil dengan mengemas bahasa dakwahnya dengan bahasa-bahasa anak muda. Sehingga ustad Uje kerap juga dipanggil sebagai ustad gaul.

Jefri anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Alm. H. Ismail Modal dan Ustz Dra. Hj. Tatu Mulyana ini sejak kecil telah mendapat pendidikan Islam yang kuat. Hal ni terbukti saat duduk di bangku sekolah kelas 3-5 SD meraih prestasi MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) sampai tingkat provinsi. Setelah lulus SD, bersama kedua kakaknya, Alm. Ust. H. Abdullah Riyad dan Ust. H. Aswan Faisal, bersekolah di Pondok Pesantren Daar el-Qolam Gintung, Jayanti Tangerang.

Namun selama di pesantren, Uje terbilang nakal. Seringkali saat teman-temannya menunaikan salat, ia diam-diam tidur atau kabur dari pesantren untuk main dan nonton di bioskop. Sampai akhirnya Uje dikeluarkan dari pesantren tersebut yang sempat dikecapnya selama 4 tahun dari 6 tahun yang harus dijalani. Setelah itu, Uje dipindahkan ke Madrasah Aliyah (MA, setingkat SMA). Bukannya bertambah baik, kenakalan Uje justru bertambah.

Apalagi setelah lulus di tahun 1990 dan kuliah di akademi broadcasting, kenakalan Uje tak berkurang. Dia bergaul dengan pemakai narkoba dan sering dugem. Bahkan Uje akhirnya tak menyelesaikan kuliah. Pada tahun 1991, Uje pernah menjadi dancer di salah satu club. Uje juga sering nongkrong di Institut Kesenian Jakarta. Di kala para pemain sinetron sedang latihan, kadang-kadang Uje menggantikan salah satunya. Ia pun ikut casting dan mendapat peran. Salah satu sinetron yang sempat dibintanginya adalah Pendekar Halilintar. Bahkan Uje pernah dinobatkan sebagai pemeran pria terbaik dalam Sepekan Sinetron Remaja yang diadakan TVRI pada 1991.

Uje bertemu dengan Pipik Dian Irawati, seorang model gadis sampul majalah Aneka tahun 1995 asal Semarang, Jawa Tengah. Saat itu, Uje masih berstatus sebagai pemakai. Meski demikian, hal itu tidak menghalangi Pipik yang bersedia dinikahi secara siri pada 7 September 1999. Dua bulan kemudian mereka menikah resmi di Semarang. Pernikahannya dengan Pipik ini dikaruniai tiga orang anak, Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari, dan Ayla Azuhro.

Hal yang menyadarkan Uje dari kehidupan semu adalah saat dirinya diajak umroh oleh ibu dan kakaknya. Sebagai awal dari usaha pertaubatan, Uje mendapat amanah dari kakak tertuanya alm. Ust. H. Abdullah Riyad, untuk melanjutkan dakwah kakaknya di Jakarta. Sebab alm Ust. H. Abdullah Riyad mendapatkan kepercayaan dari MUIS (Majlis Ugame Islam Singapura) untuk menjadi Imam besar di Masjid Haji Mohammad Soleh, bersebelahan dengan Maqam Habib Nuh Al Habsyi, Palmer Road, Singapura. Uje berdakwah pertama kali di sebuah masjid di Mangga Dua. Pipik Dian Irawati, istrinya, menuliskan teks dakwah yang mesti disampaikan saat itu. Hasilnya, honor ceramah sebesar Rp 35.000 dia bawa pulang dan langsung diberikan kepada istrinya.

Dari situlah Uje mulai berdakwah lewat majelis taklim, mushola, masjid, dan perlahan-lahan bisa seperti sekarang ini, dikenal oleh masyrakat banyak dikagumi oleh seluruh kalangan. Selain itu Uje, juga menyampaikan dakwahnya dalam bentuk lagu-lagu Islami, debut albumnya, Lahir Kembali diluncurkan 2006 lalu. Beberapa lagu diciptakannya sendiri dan dinyanyikan bersama penyanyi lagu-lagu religius muslim, seperti Opick, bahkan pernah berkolaborasi dengan grup band Ungu dalam mini album Ungu bertajuk Para Pencari-Mu (2007).

Selamat Jalan Ustadz…

Tentang elfathir

Saya hanya mencoba berbagi manfaat atas apa yang saya ketahui. Tetaplah Tersenyum, Karena Senyuman Membuat Semua Terasa Indah. *Elfathir Fatikhin*
Pos ini dipublikasikan di Humaniora dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Innalillahi Wa Innailaihi Rojiuun…Selamat Jalan Ustadz Uje!

  1. Ping balik: Kuda Besi Kawasaki dan Akhir Hidup Sang Kyai | Elfathir Fatikhin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s