Vespa, Perjalanan Panjang Bisnis Piaggio


ElfBlog-Perjalanan skuter legendaris besutan pabrikan yang dulu bernama Piaggio Company, Italia ini memiliki rentetan sejarah yang amat panjang. Bermula dari kiprah Rinaldo Piaggio yang mendirikan pabriknya pada 1884 di Genoa, Italia. Di kota pelabuhan itulah, Piaggio yang masih berusia 20-an tahun mendirikan perusahaan pembuat perahu pesiar.

Dalam kurun waktu tiga dasawarsa, perusahaan itu berkembang pesat sehingga produksinya kian melebar. Dari awalnya membuat kapal pesiar, perusahaan ini mulai memproduksi rel dan gerbong kereta api, beragam produk mesin, dan mobil-
mobil pengangkut barang.

Pada masa setelah berakhirnya Perang Dunia I perusahaan ini berkembang dengansangat pesat sehingga Piaggio membangun membawa pabrik di beberapa kota.

Pada pertengahan 1920-an, Setelah perusahaan ini dikendalikan dua anak Rinaldi Piaggio,–Enrico dan
Armando Piaggio, perusahaan ini mulai memproduksi pesawat terbang dari Seaplane, pesawat penumpang P-108 sampai pesawat P-108 versi bomber untuk keperluan perang dengan basis produksi di Pontedera, Italia.

Rinaldo Piaggio masih sempat menyaksikan masa keemasan yang dicapai perusahaannya sebelum wafat pada 1938 dalam usia 74 tahun.

Namun masa kejayaan kerajaan bisnis Piaggio hancur seiring dengan pecahnya Perang Dunia II. Sebagai cacatan, sebelum perang berkecamuk, Piaggio tercatat sebagai pabrik pembuat pesawat terbesar di Italia. Dengan sendirinya, seluruh lokasi pabrik Piaggio di Genoa dan Pontedera menjadi sasaran serangan Sekutu.

Setelah perang usai, semua lokasi pabrik luluh lantak dan Piaggiopun tak mampu bangkit lagi. Selain itu, Pasca Perang Dunia II sebagai konsekuensi kekalahan Italia dalam perang, Piaggio bersama pabrikan lainnya dilarang membuat pesawat terbang.

Konsep Awal
Ditengah ketidakpastian ekonomi Italia dan larangan poduksi pesawat, Enrico Piaggio memutuskan untuk bangkit dengan mendirikan pabrik baru dengan jenis produksi yang lain di Provinsi Biella. Ia melihat ada peluang di sektor angkutan karena masalah transportasi membelit negerinya usai perang. Ia mempunyai ide untuk membuat alat angkutan yang praktis dan murah dengan mencontoh alat angkut skuter tentara Italia semasa Perang Dunia II.

Desain
Pada tahun 1943, Enrico mempercayakan pembuatan rancangan desain kendaraan kepada dua orang insinyur desain mesin, Renzo Spolti dan Vittorio Casini. Maka lahirlah prototipe kendaraan roda dua yang secara resmi dikenal dengan MP5 (Moto Piaggio no. 5).

Prototype Piaggio MP-5 Paparino 1943

Prototype Piaggio MP-5 Paparino 1943

Akan tetapi publik dan pers Italia malah mengolok-olok kendaraan roda dua itu yang diberi nama Paparino yang secara harfiah bermakna “Donal Bebek”. Lagi pula, Enrico sendiri tak suka pada prototipe bikinan dua pakar itu.

Sebagai gantinya, ia kemudian menggandeng Corradino D’Ascanio, pakar aeroneutika pesawat yang dulu mengepalai divisi
pembuatan pesawat Piaggio. Kolonel D’Ascanio yang terbiasa dengan teknik desain yang disebut “unibody” pada pesawat itu pun membawa Enrico mewujudkan impiannya.

Sang desainer, Kolonel D’Ascanio sendiri sesungguhnya tidak suka naik sepeda motor. Ia merasa tak dengan desain sepeda motor pada masa itu yang memiliki badan besar dan menggunakan rantai yang menurutnya membuat kontor celana. Selain itu, cara memindahkan gigi penggeraknya pun agak sulit karena letak tuas kopling dan gigi terpisah.

Ternyata ketidaksukaannya pada sepeda motor itulah yang mendatangkan ide desain baru alat angkut roda dua. Ia membuat desain yang sama sekali baru dan melupakan model Paparino yang dirancang pendahulunya. Ia lalu mendesain bodi skuter yang dapat melindungi seluruh kaki pengendaranya dengan model seperti tameng. Desain ini juga dibuat agar pengendara dapat duduk nyaman. Untuk memudahkan pengendara menjalankannya, ia menyatukan posisi tuas kopling dan gigi pada setang kiri. Jadilah prototipe yang diberi nama MP-6 alias Vespa.

Piaggio MP-6 yang secara resmi menyandang nama Vespa (It: Tawon)

Piaggio MP-6 yang secara resmi menyandang nama Vespa (It: Tawon)

Ketika melihat prototipe MP-6, Enrico terkesiap dan dan berteriak “Sembra una vespa!” (“Ia seperti tawon!”) inilah yang mengilhami dia ketika kemudian MP-6 diberi label resmi “Vespa” untuk skuter terbaru produksi Piaggio itu.

Tepat pada 23 April 1946, perusahaan yang telah berubah nama menjadi Piaggio & C SpA itu mendapat hak paten dari kantor paten Italia. Dalam rentang waktu yang singkat setelah memperoleh paten, skuter Vespa pun diperkenalkan kepada publik.

Dan, tanpa dinyana, masyarakat Italia menyambut baik kehadiran skuter model baru itu. Pertama kali, Vespa muncul ke publik lewat artikel di majalah Motor pada 24 Maret 1946. Setelah itu, majalah La Moto edisi 15 April tahun itu juga menampilkan sosok Vespa pada sampulnya yang berwarna hitam-putih. Vespa pertama 98 cc ini secara fisik baru benar-benar muncul ke hadapan publik dalam ajang pameran motor di Milan, beberapa waktu kemudian.

Sambutan publik Italia yang luar biasa itu membuat begitu Enrico yakin untuk memulai memproduksi Vespa secara massal. Awalnya Vespa diproduksi Sekitar 2.000 unit.Sekuter ini lalu dirilis dalam dua versi, dengan harga berbeda. Vespa versi standar dijual seharga 55.000 lira, sedangkan versi luks dijual 61.000 lira. Perbedaannya keduanya bisa dilihat pada versi luks dilengkapi dengan spidometer, tuas pada standarnya, dan hiasan pelisir putih pada kedua rodanya.

Pada di penghujung tahun 1947, produksi skuter besutan Piaggio ini meningkat secara drastis. Kalau pada 1946 angka penjualan Vespa baru mencapai 2.484 unit, di 1947 jumlahnya meningkat menjadi 10.535 unit. Lalu, setelah Vespa versi 125 cc diluncurkan pada 1948, angka penjualannya naik lagi menjadi 19.822 unit. Lebih-lebih setelah Hoffman-Werke –pabrikan Jerman pemegang lisensi Vespa– mulai berproduksi pada 1950, jumlah Vespa yang terjual pada tahun itu mencapai lebih dari 60.000 unit.

Tiga tahun kemudian, setelah Piaggio menembus tapal batas negara dan benua pada 1953, lebih dari 171.000 unit terjual di Eropa, Amerika, dan Asia. Sejalan dengan itu, tercatat lebih dari 10.000 tempat penjualan dan layanan servis Piaggio tersebar di berbagai negera di tiga benua itu.

Enrico sendiri memberi perhatian khusus pada perkembangan penjualan ini, terutama menyimak dengan saksama pertumbuhan jumlah penggemar skuternya. Ia berinisiatif mendorong berdirinya klub penggemar Vespa di berbagai kawasan dibanyak negara (Dari berbagai sumber)

Tentang elfathir

Saya hanya mencoba berbagi manfaat atas apa yang saya ketahui. Tetaplah Tersenyum, Karena Senyuman Membuat Semua Terasa Indah. *Elfathir Fatikhin*
Pos ini dipublikasikan di Otomotif dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s