BLSM = Bantuan Langsung Salah Melulu

Ilustrasi

Ilustrasi

Elf Blog – Program Bantuan Langsung Sementara (BLSM) sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak menuai berbagai kontroversi dan disejumlah daerah terjadi kekacauan. Dari soal salah sasaran sampai terjadinya aksi anarkisme serta jatuhnya korban jiwa.

Pemerintah sepertinya abai dan tidak berkaca pada kekisruhan serupa pada program Bantuan Lansung Tunai (BLT) beberapa waktu yang lalu.

Akar persoalan kekisruhan BLSM ini sesungguhnya adalah penggunaan data BPS tahun 2011 sebagai basis data kemiskinan dalam penerima BLSM. Padahal kita tahu dalam rentang dua tahun ini sudah terjadi perubahan yang signifikan. Salah satunya mobilitas penduduk, turun naiknya pendapatan masyarakat, ada orang yang sudah meninggal, dan lain lain. Perubahan-perubahan sosial seperti ini sepertinya luput dari perhatian pemerintah dan hal ini tidak terverifikasi oleh pemerintah dalam hal ini BPS selaku perwakilan pemerintah.

Seharusnya, pemerintah sebelum memberlakukan BLSM tahun 2013 ini, melakukan verifikasi dan pemutakhiran data kemiskinan sehingga data penerima BLSM ini akurat dan tepat sasaran. Pendataan ini harus melibatkan pemerintah daerah hingga Kepala Desa agar data-data kemiskinan itu akurat.

Dari Salah Sasaran Sampai Meregang Nyawa
Kebiasaan pemerintah menggunakan data-data lama sebagai rujukan sebuah kebijakan strategis terbukti salah dan keliru. Sialnya, dalam bagi-bagi Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), pemerintah pakai data lama.

Seperti yang terjadi di Sulawesi Tenggara, sekitar 7000-an warga miskin tak kebagian BLSM. Di Madura lain lagi, Seorang warga Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, membagikan uang bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) ke tetangga-tetangganya karena merasa tidak pantas mendapatkannya.

Muhammad Ghozi, yang berprofesi sebagai wartawan sebuah media nasional, mengaku kaget saat menerima kupon pencairan BLSM dari aparat desa setempat. Padahal lima tetangganya, yang miskin, tidak mendapatkan kupon tersebut.

Selain kekacauan data penerima BLSM, program yang seharusnya membantu rakyat miskin malah menjadi bumerang. Pembagian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di Kabupaten Jember merenggut korban jiwa, Minggu (7/7/2013). Ny Moah (60) seorang janda asal RT 1 RW 2 Dusun Krajan Desa/Kecamatan Mumbulsari meninggal dunia saat mengantre pembagian BLSM di balai desa setempat.

Ramai-Ramai Kembalikan BLSM
Pada saat diberbagai daerah banyak orang berbondong-bondong ingin menerima bantuan langsung sementara (BLSM), lain halnya dengan para petani di Temanggung. Sebanyak 59 petani tembakau di Desa Legoksari Kabupaten Temanggung menolak masuk daftar penerima bantuan langsung sementara masyarakat sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak.

Kepala Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Subakir di Temanggung, mengatakan, dari 69 rumah tangga sasaran (RTS) yang masuk daftar penerima BLSM di Desa Legoksari, hanya 10 RTS yang layak mendapatkan BLSM.

Ia mengatakan, setelah diverifikasi dan bermusyawarah dengan masyarakat yang layak menerima BLSM hanya 10 RTS, sedangkan 59 RTS lainnya minta dicoret dari daftar penerima BLSM. “Setelah diverifikasi hanya 10 RTS yang layak mendapat BLSM dan ada enam RTS yang tidak masuk daftar penerima BLSM yang sebenarnya layak mendapatkannya maka kami usulkan lewat kecamatan,” katanya saat mengantarkan warganya mengambil BLSM di Kantor Camat Tlogomulyo.

Menurut dia, enam RTS yang diusulkan untuk mendapatkan BLSM, antara lain karena janda atau duda miskin yang berusia lanjut dan sebuah keluarga yang suaminya tidak bisa bekerja karena mengalami kebutaan.

Ia mengatakan, lebih baik dilaksanakan padat karya dibanding bantuan tunai. Padat karya lebih mengena sasaran, sedangkan bantuan tunai akan habis dalam sekejap untuk konsumstif yang terkadang menyeleweng dari maksud awal.

Tentang elfathir

Saya hanya mencoba berbagi manfaat atas apa yang saya ketahui. Tetaplah Tersenyum, Karena Senyuman Membuat Semua Terasa Indah. *Elfathir Fatikhin*
Pos ini dipublikasikan di Nasional dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s