Kaca Diri

Muhammad Shalallahu’alaihi wa Sallam, beliau melakukan salat malam hingga bengkak kedua kakinya, beliau pernah mengikat batu di atas perut tuk menahan lapar, terkadang beliau melakukan salat sepanjang malam, beliau sabar terhadap gangguan, cacian, hinaan, usiran, terluka dalam pertempuran serta menahan lapar. Beliau memerangi penentang-penentang Allah dari kalangan orang Musyrik, Yahudi, Nashara dan Munafik sementara beliau adalah sebaik-baiknya orang berakhlak, beliau adalah orang yg paling agung kesungguh-sungguhannya, paling mulia pekertinya, paling sempurna keimanannya, paling jitu pemikirannya, paling budi perangainya, paling mulia jiwanya, paling baik pergaulannya, paling berani hatinya, paling dermawan tangannya, paling besar obsesinya, paling tinggi cita-citanya, paling kuat tekadnya, dan paling penyabar dan penuh kasih sayang. Semoga shalawat dan salam tercurah kepadanya.

Sahabat-sahabat beliaupun sangat penyabar, mereka berjihad dengan sebaik-baiknya jihad, rambut-rambut mereka memutih akibat kondisi yang mereka hadapi, mereka berkorban dengan harta dan jiwa, mereka berikan terbaik apa yang mereka punya, mereka menghadapi rintangan dengan tabah demi mencari ridha-Nya, mereka mendapat penyiksaan dari para musuh, diantara mereka ada yang terbunuh dan terluka, ada yang terkoyak dan terpotong anggota tubuhnya, kadang mereka hanya memakan dedaunan tuk menghilangkan lapar, bahkan ada yg dijemur terik matahari dan ditawan, namun mereka tetap teguh terus menerus berjihad di jalan Allah, meninggikan kalimat Allah, mengharumkan agama yang mulia, maka manislah segala ujian dan siksaan, mudahlah segala kesulitan, dan sirnalah segala kesedihan.

inilah Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu’anhu, yang menginfakkan seluruh hartanya di jalan Allah, beliau habiskan seluruh umurnya untuk mencari keridhaan Allah, beliau adalah orang yang melaksanakan salat, puasa, infak, jihad, ramah, dermawan, shalih, jujur, dzikir, ibadah, tunduk dan berserah diri, hingga beliaulah orang yang dipanggil dari tiap-tiap pintu sorga yang delapan nantinya, dikarekan banyaknya keutamaan dan kebaikannya. Beliaulah yang menemani Rasulullah hijrah dan masuk ke dalam gua bersamanya, tidak ada peperangan yang terlewat olehnya, bahkan beliaulah orang yang pertama memeluk Islam, terdepan dalam hijrah, jihad, infak, berbuat baik dan taqwa. Tidaklah beliau bergelar Ash-shiddiq, tidak pula mahkota keridhaan dan medali kebaikan teruntuk kepadanya kecuali setelah lautan perjuangan yang panjang beliau arungi, akhlak yang istiqamah dan karunia yang menyeluruh

Inilah Umar bin Khattab Al-Faruq Radhiyallahu’anhu, yang telah mencapai derajat zuhud dan alim, dengan keudukannya yang agung dari keimanan, pengorbanan, hijrah, jihad dan infak, dengan ketakutannya kepada Allah dan merasa selalu diawasi oleh-Nya, adil kepada rakyatnya, menjaga urusan kaum muslimin, menguasai tugasnya sekalu Khalifah, dengan kejujurannya secara diam-diam maupun terang terangan, seimbang dalam marah dan ridha, dengan pemahamannya dalam urusan agama, kesungguhannya dalam mempelajari wahyu dan istimbat hukum daripadanya.

Inilah Ustman bin Affan Dzun-nurain Radhiyallahu’anhu, orang yang bersegera menyambut seruan Allah dan Rasul-Nya, maka beliaupun termasuk golongan pertama masuk Islam, teman Rasulullah kala sedih dan senang, ikhlas dalam jihad, hijar dan infak, beliau yang menyiapkan pasukan Usroh, membeli sumur Ruum lalu menginfakkannya untuk kaum muslimin, mahir dalam bacaan Alquran dan menghiasinya dengan shalat tahajud setiap malamnya, malu kepada Allah dan berusaha menggapai ridha-Nya, memiliki dialek yang fasih, jiwa yang mulia, hati yang bersih dan tingkah laku terpuji.

Inilah Ali bin Abi Thalib, Amirul Mukminin, Abul Hasan Radhiyallahu’anhu, pemimpin orang-orang pemberani, pandai menunggang kuda bahkan dalam berperang, berduel dengan para musuh, mengalahkan semua tandingannya, memiliki tabiat yang muia dan tingkah laku yang diberkahi, hidupnya penuh bersahaja dengan limpahan ilmu yang luas, pemahaman yang tajam, fasih dalam berbicara, berani luar biasa, zuhud, penuh pengorbanan, bercita-cita dan tekad yang bulat, hingga pantas dan layaklah semua kedudukan dan kemuliaan tersemat dipundaknya.

Inilah Ubay bin Ka’ab, gurunya para pembaca Alquran, penghimpun Alquran, menghafal dan menguasainya, lalu mengamalkan dan mengajarkannya, hingga beliaulah menara mercu suar dalam bidang ini.

Inilah Zubair bin Awwam, salah satu sahabat yang dijamin masuk Sorga, setiap jengkal tubuhnya terdapat luka perang di jalan Allah. Beliaulah yang menemani dan mendampingi Rasulullah di Sorga.

Sa’ad bin Abi Waqqash, juga salah seorang yang dijamin masuk Sorga, dialah orang yang dikabulkan doanya, paman Rasulullah, memiliki ketetapan hati, Allah menolongnya ketika menaklukkan Persia, membebaskan kaum muslimin dan mengobrak-abrik para musuh Allah bak singa mencabik-cabik mangsanya.

Abdurrahman bin Auf salah seorang sahabat yang juga dijamin masuk sorga, saudagar kaya raya yg telah menginfakkan satu kafilah beserta unta dan bawaannya di jalan Allah, semata mengharap ridha-Nya. Beliau menginfakkan hartanya untuk setiap amal kebaikan.

Ibnu Abbas, pena-nya umat, lautan syariat, penerjemah AlQuran, bersungguh-sungguh dalam necari ilmu dan sangat antusias kepada ilmu, yang mengantarkan beliau memahami wahyu dan mengajarkan ilmu kepada manusia. Memiliki hafalan yang mengagumkan, kejelasan, kemuliaan dan kedermawanan hingga beliau menjadi pimpinan manusia, sabar dan bersunguh-sungguh dalam belajar dan mengajar.

Muadz bin Jabal, pemimpin para ulama, beliau telah menuntut ilmu dari pengajar terbaik Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam, dan mengamalkannya, jadilah dia ulama panutan bagi ulama setelahnya dalam amal, berserah diri, tawadhu’, zuhud dan ibadah, beliau mengajak manusia ke jalan Allah dan mengajarkan jihad di jalan-Nya, memerintahkan kepada kebaikan, melarang kemungkaran beserta pemahaman yang mendalam, akhlak mulia, penyayang dan dermawan.

Abu Hurairah, gurunya para hafidz, mengumpulkan hadits dalam hafalannya dan menyampaikan kepada manusia dengan benar, membagi malamnya untuk ibadah, menghafal dan tidur. Beliau sibuk mengajar manusia, memberi fatwa dan nasehat, berjihad, belajar, tidaklak semua itu dilakukan karena tekadnya yg bulat, citanya yg tinggi dan jiwanya yg kokoh.

Khalid bin Walid, pedang Allah yang terhunus, namanya tercatat dalam daftar orang sukses dengan huruf dari cahaya, diabadikan dalam bait-bait syair para penakluk dengan baris-baris yang bersinar, beliau memenangkan agama Allah dengan pedangnya, masuk kedalam kancah peperangan menantang bahaya, menganggap mudah segala kesulitan, hingga menjadi panutan dalam pengorbanan, kemampuan, kedudukan dan kemuliaan. Beliau berikan ruhnya dalam keadaan istirahat.
Sa’id bin Musayyab gurunya para tabi’in, tak satupun takbiratul ihram terlewat dalam shalat jama’ah selama 60 th. Bersafar tiga hari hanya untuk sepotong hadits, kebanyakan waktunya habis di masjid, beliau menjadi rujukan dalam fatwa bahkan tabir mimpi, senantiasa shalat malam, bersemangat menjauhi keharaman, jujur, zuhud, dermawan dan memiliki ilmu yang mendalam

Atha bin Abi Rabbah bekas hamba sahaya yang berkulit hitam, Allah angkat derajatnya dengan ilmu dan amal, tinggal di tanah haram selama 30 th untuk menuntut ilmu, kemudian menjadi mufti yang cemerlang, zuhud, jujur, bijak dan mendalam, memiliki kemampuan riwayah dan dirayah mumpuni hingga menjadi penunjuk manusia.

Hasan Al-Bashri bekas hamba sahaya yang sungguh-sungguh dalam mencari ilmu, mempelajari sunnah, sabar dalam mencari atsar, beliau dikaruniai kefasihan dalam berbicara, kebijaksanaan dan penuh pengalaman, hingga ucapannya laksana obat bagi sakit, nasihatnya menghidupkan jiwa, selalu penuh kezuhudan, wara’ dan istiqamah, hingga Allah menempatkannya dalam kedudukan yang tinggi

Az-Zuhri Muhammad bin Syihab penghafal hadits, pemimpin ilmu hadits, mencari ilmu dalam keadaan fakir dan sengsara. Penuh kesabaran dan usaha keras beliau pergi mencari ulama. Memiliki pemahaman tentang dirayah, penuh kedermawanan dan kemuliaan, namanya menjadi pembicaraan para ulama di zamannya dan sesudahnya, namanya layak terdaftar dalam urutan ahli sunnah dan terpahat dalam hati

Abu Hanifah ulama fikih penuh kesungguhan, Allah karuniakan pemahaman dan pemikiran mendalam, hingga manusia terpandu dengan kemampuan fikihnya. Beliau menjauhkan diri dari dunia dan jebakannya, juga menjauhi jabatan, mencukupkan diri dengan berdagang pakaian sembari tetap khusyuk, zuhud, jujur, pintar tiada bandingan

Malik bin Anas, imam Darul Hijrah, pengarang kitab AlMuwatha yang kepandaiannya melebihi semua orang, beliau menghabiskan usianya menuntut ilmu, hingga 70 ulama mengakui sebagai ahli fatwa. Orang-orang pun bersusah payah mendatanginya dari tempat yg jauh untuk menimba ilmu darinya, Allah anugerahkan ketenangan pikiran, penampilan yang baik dan lulus dalam setiap ujian

AsySyafi-i seorang imam dunia yang menerapkan kaidah-kaidah hukum dan meletakkan dasar-dasar Ilmu Ushul, beliau habiskan usia dalam menuntut ilmu, dengan berkeliling dan berkelana ke berbagai tempat, hingga beliau layak ditiru, bagai matahari yang menyinari dunia, dan obat yang menyehatkan, disamping tetap berhias dengan sifat sabar, syukur, zuhud, fasih, cita-cita yang tinggi serta keluasan ilmu.

Ahmad bin Hambal seorang imam hadits, penumpas bid’ah, berkeliling ke penjuru tempat mengumpulkan dan mencatat atsar, melintasi padang pasir dengan menahan lapar, dahaga, lelah dan kemelaratan. Lalu Allah pun mengujinya dengan cobaan yang berat, penjara, pukulan, namun beliau tetap tegar dan bungkam bersama al Haq, maka Allah angkat ia karena ilmu dan kesabarannya hingga tercantum dalam daftar orang-orang yang kekal, beliau menjadi pemimpin bagi kaum yang beriman.

Umar bin Abdul Aziz seorang khalifah yang zuhud dan tekun beribadah, yang pertama memperbaharui AlQuran, menjauhkan diri dari dunia, berpaling dari hawa nafsu, beliau memiliki perhatian besar kepada ilmu, ibadah, kesabaran, kesederhanaan dan keadilan, maka dengannya Allah tegakkan Sunnah, menghancurkan Bid’ah, dan menerangi jalan kebaikan. Beliau adalah imam yang memberi petunjuk sekaligus pimpinan umat.

Sufyan AtsTsauri seorang ulama zuhud, sederhana dan memiliki perhatian fokus kepada akhirat, beliau menghafal hadits, memberi fatwa, mengajarkan ilmu, memerintahkan kebaikan dan memberantas kemungkaran. Beliau menyampaikan nasehat dengan tulus dan tekad yg kuat, senantiasa menjaga diri dan kehormatan hingga maut menjemputnya.

Abdullah bin Mubarak yang dikaruniai Allah segala kebaikan, ulama zuhud yang tekun beribadah, muhaddits sekaligus hafidz, pemilik ucapan yang fasih dan hati yang lapang, berjihad hingga menggetarkan musuh yang didepan maupun belakang, pemilik karunia sifat-sifat yang unggul.

Imam Bukhari penyusun kitab Shahihul Bukhari, Allah bukakan pintu-pintu ilmu untuknya, beliau mencari atsar siang dan malam hingga jadilah ia imam dunia, beliau menjadi contoh dalam hafalan disamping mempunyai pengetahuan luas dan pemahaman mendalam, berhias denga akhlak mulia, istiqamah, beliau mewariskan kitab-kitab yang tak ternilai harganya, bahkan kitab shahihnya diakui sebagai kitab paling agung setelah AlQuran, semoga Allah membalasnya dengan sebaik baik balasan dan menempatkannya di surga Firdaus yang tertinggi.

Imam Muslim pengarang kitab shahih, penyusun kitab sunan, musnad dan mu’jam, muhaddits pilihan yang memiliki semangat sangat besar.

Imam Sibawaih, imamnya ilmu Nahwu, berkeliling ke pelosok daerah menemui para ulama, kemudian beliau menyusun buku yang diberi judul AlKitab yg merupakan kitab utama dan panduan di bidang ilmu nahwu, menjadi sandaran bagi ahli sastra sesudahnya, maka layaklah beliau disanjung dan mendapat ucapan terimakasih, menempati kedudukan tinggi di kalangan muslimin karena kecerdasannya.

Muhammad bin Jarir AtTobari, pengarang kitab tafsir, beliau menghimpun bidang ilmu yang banyak dan menyusun buku, beliau mendapat kesuksesan besar dalam bidang tafsir AlQuran hingga menjadi gurunya para mufassirin, kitabnya menjadi rujukan, digunakan oleh para raja dan dijalankan oleh generasi mendatang diseluruh negeri, menjadi sandaran bagi ulama dalam menyeru kepada Kitabullah.

Ibnu Hibban, pengarang kitab shahih, seorang muhaddits yang menkajubkan, jenius dan cerdas, beliau berkelana ke berbagai negeri meninggalkan tanah airnya, dibidang inilah ilmunya sangat mendalam dan luas, hingga beliau meriwayatkan dari 2,000 orang guru, maka bagi yang ingin, simaklah kitab shahihnya dan kitab-kitab selainnya, disanalah terdapat lautan ilmu.

Diantara para ulama-ulama besar itu adalah Abu Ishaq AsySyirazi pengarang buku bermanfaat yg telah tersebar ke penjuru bumi, beliau mengulang pelajarannya hingga seratus kali, tubuhnya kurus lantaran menyandang cita-cita yang tinggi dan menyimpan tekad yang kokoh, seorang penyair berkata:

Kamu melihatnya bertubuh kurus lantaran kepandaiannya

Namun baginya ada alasan

Bila pemuda memendam cita-cita tinggi menjulang

Maka tubuh kurusnya bukanlah menjadi penghalang

Fakhrurrazi pengarang kitab tafsir, beliau menghimpun ilmu lalu menghafalnya, menyusun lalu menulisnya, mengkaji dan terus mengajarkannya, hingga zaman mengenalnya, terpandang dan melimpah kekayaannya.

Imam Nawawi salah seorang ulama rabbani yang meninggal pada usia 40 th, tetapi beliau mewariskan ilmu yang melimpah, cukup bagi kita mengenalnya melalui kitab Riyadhush Shalihin. Bagi Imam ini malam adalah siang, beliau meninggalkan tidur, wajahnya bercahaya, dan beliau tunda pernikahannya demi perhatian yg tercurah kepada ilmu.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, seorang pemimpin para ulama dan para ahli fikih ternama, neliau bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu hingga terangkat derajatnya, pembaharu di jamannya. Beliau meninggalkan kitab-kitab yang berkarakter kuat, beliau menjadi contoh teladan bagi ulama rabbaniyang mengamalkan ilmunya, sederhana, takut kepada Allah, berserah diri pada-Nya, jujur, tawadhu’, mulia dan pemberani. Tidaklah beliau mendapat karuni itu -setelah pertolongan dari Allah- kecuali dengan kesabaran, kekuatan, kelelahan, kesulitan dan rintangan, karena beliau mempunyai cita-cita yang tinggi, tekad yang keras. Beliau menjadi ulama besar dijamannya dan menjadi bahan rujukan utama dalam berfatwa, kisahnya mengagumkan dan dibicarakan oleh banyak orang dan sulit kita temukan pada jaman sekarang.

Muridnya adalah Ibnul Qayyim, pengarang kitab Tasnif Al-Mubarak Al-Badi’ yg dibaca oleh orang pro maupun kontra, disamping memiliki lafadz yang bagus, hujah yang kuat, keterangan yg jelas, ilmu yg mendalam dan pemahaman yang luas. Hatinya selalu berdzikir, bersyukur, bersabar, dengan tetap beribadah dan bersahaja.

Ibnu Rajab seorang hafidz sekaligus mujtahid, kitab-kitabnya menjadi saksi atas ilmunya dan pemahamannya yg mendalam. Beliau mempunyai kesungguhan yang diberkahi dalam menjelaskan hadits-hadits dan mengeluarkan atsar-atsar yg terpendam, bahkan kemampuannya salam mensyarah hadits jarang tertandingi.

Inilah Ibnu Hajar seorang hafidz berkaliber dunia, penyusun kitab Fathul Bari syarah kitab Shahihul Bukhari, beliau menyelesaikannya dalam masa 25 th, dan menyusun mukadimahnya dalam masa 7 th, beserta puluhan kitab selain itu sambil tetap menyusun dan mengajarkannya. Beliau tidak merasa lelah, bosan, maupun turun semangatnya, sehingga beliau menjadi penutup para hafidz, gurunya para muhaddits, maka kenalilah beliau melalui Fathul Bari-nya.

Diantaranya ada As-Suyuti yang mendedikasikan dirinya dalam menyusun dan menulis buku, beliau mengasingkan diri selama 40 th lalu meninggalkan warisan yang sangat berharga berupa buku-buku rujukan yang bermanfaat dan penuh berkah.

Sebelum itu ada Ibnul Jauzi, sang penasehat dunia, seorang penulis terkenal. Beliau menulis hampir seribu karya, berupa kitab dan risalah. Beliau menyibukkan diri dengan mencari ilmu, menghafal, memperdalam, menulis, mengajarkan dan mengamalkannya hingga beliau menjadi buah bibir jaman itu dan sesudahnya.

Diantara mereka yang memiliki obsesi kuat dan tekad yang diridhai adalah Sultan Nuruddin Mahmud Zanki, seorang imam yang adil, tunduk dan taat beribadah, mujahid sederhana, teguh pendirian, selalu berdzikir, syukur, sabar dan mandiri. Memiliki ide dan metode yang tepat, jitu, adil dalam emimimpin rakyatnya. Beliau menjauhi dunia, hingga Allah mengaruniakannya syahid di jalan-Nya dalam umur yang benuh berkah dan amal kebaikan.

Shalahuddin Al-Ayubi penakluk Al-Quds, penghancur salib, penolong agama, penegak keadilan dengan ketaqwaan, kepercayaan, takut kepada Allah dan selalu menepati amanah. Allah angkat derajatnya melalui keikhlasannya, menolongnya dengan kejujurannya dan memenangkannya dalam setiap pertempuran, menghinakan para musuh, menyebarkan agama. Beliau sangat bersungguh-sungguh dan meraih kemuliaan dan cita-citanya yang tinggi.

Diantara mereka ada pembaharu Islam, Muhammad bin Abdul Wahab, yang dengannya Allah menyegarkan agama-Nya, memenangkan syariat-Nya dan meninggikan kalimat-Nya. Beliaulah yang menyeru kepada tauhid, menghancurkan patung-patung, menghilangkan kemusyrikan, meluruskan akidah, berjihad di jalan-Nya dengan sepenuh jihad, tekadnya tajam melebih mata pedang, cita-citanya sangat kuat, penuh kesabaran, keikhlasan dan pengorbanan. Hingga Allah angkat derajat dan kedudukannya, memenangkannya dari para musuh, beliaulah layak untuk disanjung dan dihormati.

Diantaranya ada yang sejaman dengan kita, yang pernah kita kenal dan saksikan wajahnya, inilah Syaikh Abdul Aziz bin Baz, pengumpul mim yang tiga, yaitu mimul ‘ilmi (ilmu), mimul hilmi (lemah lembut) dan mimul karami (dermawan), imam dalam bidang hadits sesuai dengan petunjuk pendahulunya, ahli fikih, pendidik, penyayang, rendah hati dan penyabar, beliau kerjakan tugas yang sulit dikerjakan orang lain, beliau mengajarkan ilmu, memberi fatwa, mengkaji kitab, mengirimkan surat ke berbagai pelosok negeri, mengadakan jamuan, lalu memberikan nasihat dan menghadiri muktamar. Sementara beliau tetap zuhud, berakhlak mulia, dermawan, suka berdzikir, shalat malam, sedekah, mendamaikan orang, memerintahkan pada kebaikan, mencegah dan mengingkari kemungkaran, beliau sabar terhadap gangguan, menyayangi fakir miskin dan mencintai para penuntut ilmu.

Kitapun sulit lupa kepada Syaikh Muhammad bin Utsaimin, seorang ahli fikih yang briliant, beliau mengajar dan memberi fatwa dengan sabar, bijaksana, penuh kelembutan dan keluasan ilmu. Beliau menguasai berbagai bidang ilmu, sambil terus mengajar, berfatwa dan beraktivitas hingga namanya harum di penjuru dunia, sembari tetap menjauhi pangkat dan kedudukan, serta berpaling dari dunia. Beliau melahirkan murid-murid yang berkualitas, kitab-kitab yang menjadi hiasan para ulama, akidah yang benar, hujah yang kuat serta metode yang tepat.

Begitupun seorang ahli hadits modern Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, pengarang buku-buku terkenal dan risalah-risalah bermanfaat, beliau mengabdikan seluruh usia siang dan malamnya untuk meneliti hadits. Beliau berjalan diatas manhaj pendahulunya yg shalih, paling perhatian dan peka terhadap keadaan kaum muslimin di timur maupun barat.

Muhammad Amin Asy-Syanqiti, seorang imam ahli ilmu ushul dan ahli tafsir, yang pandai mengatur waktunya, pernah memberikan pengajaran berat tanpa persiapan sedikitpun hingga orang-orangpun takjub padanya, kesuksesan hatinya dan kekuatan hafalannya, hingga para ulama pun tercengang oleh karenanya, contoh dan suri tauladan bagi para cendekia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s